Beranda Advetorial Masa Gerak Jalan Sehat Bentangkan Spanduk Status Honorer Memang Pilihan Status PNS...

Masa Gerak Jalan Sehat Bentangkan Spanduk Status Honorer Memang Pilihan Status PNS Penghargaan

14
0

KOTA TASIK, fokuspriangan.com – Bertempat di halaman Gedung kesenian kota Tasikmalaya Dilaksanakan kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT PGRI Kota Tasikmalaya ke 73 2018 dalam kegiatan tersebut di rangkaikan dengan aksi solidaritas terhadap guru honorer. Kegiatan Jalan santai diikuti kuranglebih 1500 orang.

Dalam kesempatan itu hadir Ketua PGRI Prov jabar Edi Parmadi, Bambang Hermana ketua PGRI Kota Tasikmalaya, Haris Sanjaya selaku DPRD Kab Tasikmalaya, Drs H Tedi Setiadi M.pd selaku Plt Kadisdik Kota Tasikmalaya.

Masa gerak jalan santai sambil membawa brosur dengan bertulisan, Proses penerimaan CPNS yg berdasarkan pada SK Menpan RB no 35 dan 37 th 2018 untuk d tunda S/d Menpan, RB membuat surat keputusan baru mengenai pembatasan usia CPNS. Dan pihak Pemkot Tasikmalaya agar mengeluarkan surat putusan tentang status kepegawaian guru honorer K-2 dan guru honorer lainnya yang d butuhkan untuk persyaratan proses sertifikasi. Mendesak kepada pemerintah agar segera mengeluarkan PP tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sebagai penjabaran dari UU ASN no 5 th 2014.

Spanduk yang di bawa peserta jalan sehat bertuliskan : “Status honorer memang pilihan, status PNS penghargaan. Selama belasan tahun mengabdi tidak banyak permintaan, dan minta cuma 3 huruf saja P..N..S. SK Guru honorer harga mati turunkan SK penugasan dari Bapak Walikota Tasikmalaya. Tolong perjuangkan nasib kami yang sudah lebih dari 20 tahun mengabdi sebagai guru honorer. PNS untuk honorer kategori harga mati. Tidak butuh janji manis kami butuh bukti PNS untuk guru honorer. Kami ada bukan Uka – uka. Tidak bermedali emas mencetak anak Bangsa yang cerdas “pengabdian kami kategari K2 jadi Pns sampai tuntas tolak CPNS umum 2018. Gajih leutik penghasilan teu mahi, ulah sirik mun honorer hayang jadi pegawe negeri.

Bangbang Hermana S. Pd, M. Pd selaku Ketua PGRI Kota Tasikmalaya menyampaikan, guru tidak menjadi prioritas di Indonesia, di sini tidak ada guru honorer, negeri maupun swasta, kita d sini sama. Seluruh elemen Bangsa jika tidak ada kehadiran guru, maka Bangsa itu akan tertinggal dan tidak akan maju, ketika guru meninggal dunia, tidak ada bendera setengah tiang, mulai saat ini jika ada guru yang meninggal, kita berhenti dulu sejenak mengajar untuk mendoakan mereka,”ucapnya.

Sementara Edi Parmadi selaku Ketua PGRI Provinsi Jabar menyampaikan, kami akan terus mengadakan rapat dan pertemuan menyikapi guru honorer di Indonesia, kami juga sudah mengirimkan surat ke Presiden RI, untuk menunda Permenpan no 35 dan 37 sampai ada Permenpan yang baru yang memihak guru honorer d atas umur 35th,”katanya.

Di Kab Garut kemarin mengadakan aksi serupa untuk keadilan, dan d sana sebelum tgl 1 oktober, seluruh guru honorer di Garut mendapatkan SK, gerak jalan ini semoga menjadikan motivasi terhadap para guru semua,”ujarnya.

Drs. H. Tedi Setiadi M Pd selaku Plt Kadisdik Kota Tasikmalaya menambahkan, guru adalah tenaga pendidik profesional oleh karena itu maka tugas pokok tidak bisa di gantikan oleh tenaga yg lain, harus oleh guru, di Kota Tasikmalaya masih kekurangan tenaga guru, dengan kehadiran guru tenaga honorer d Tasikmalaya itu memberikan energi positif dari itulah meminta kepada pemerintah melakukan revisi.

Sekitar jam 10 kegiatan di lanjutkan dengan jalan sehat dengan route Start gedung kesenian kota Tsm – Jl. Dadaha – Nagarawangi – Jln Hz Mustofa – Paledang – Jl. BKR – Finish gedung kesenian Kota Tsm.

Jurnalis: Andi/As

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here