Pepmatas Kecewa Dengan Adanya Pedagang Luar Di TOF

KOTA TASIK, fokuspriangan.com- Perhelatan Tasik Oktober Festival yang digelar dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 16 Oktober 2018 dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Tasik Ke 17 dari hari ke hari tidak pernah sepi dari pengunjung yang datang.

Memasuki hari terakhir perhelatan tersebut, saat tim fokuspriangan.com berkunjung ke arena Tasik Oktober Festival pada hari Selasa (16/10/2018) rupanya kemeriahan TOF tersebut mengundang rasa kekecewaan dari Perkumpulan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya yakni sebuah perkumpulan para pedagang kaki lima yang biasa berdagang di seputaran Taman Kota.

Ketua Perkumpulan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya (Pepmatas) Maman Hunter mengatakan Pepmatas sdh ada 1.5 tahun yang lalu. Anggotanya sendiri dari fashion ada 200 orang dan dari Pedagang Kaki Lima Kuliner ada 96 orang.

“Sewaktu persiapan jelang TOF pihak kami diundang oleh Panitia untuk rapat jelang pembukaan TOF, dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa selama pelaksanaan TOF dan di sepanjang arena TOF harus steril dari para pedagang bahkan kami dalam rapat tersebut sudah ada aturan untuk penempatan. Kami pun menuruti aturan tersebut. Tetapi melihat kenyataan di lapangan itu membuat kami sangat kecewa sekali dengan panitia TOF tahun ini, kenapa panitia tidak tegas kepada para pedagang yang diluar anggota Pepmatas yang dengan bebasnya menjajakan dagangan di arena TOF yang seharusnya steril,” paparnya.

Maman pun menambahkan dengan banyaknya pedagang diluar anggota Pepmatas yang secara bebas bisa menjajakan barang dagangan, tentu akan mengundang kecemburuan anggota Pepmatas. Yang dikhawatirkan takut ada dugaan dari anggota Pepmatas ada permainan antara para pedagang tersebut dengan kami selaku Pengurus Pepmatas, yang pada akhirnya kepengurusanlah yang jadi korban.

“Kami selaku pengurus Pepmatas merasa kecewa terhadap aturan dan kebijakan seperti ini. Kami merasa seperti dibuat peta konflik antara kepengurusan dan anggota. Segala prosedur dan aturan sudah dijalankan agar anggota Pepmatas dapat berjualan. Alhamdulillah kami ditempatkan di Jalan Sukawarni, Panitia pun meminta agar Pepmatas pun dapat turut memeriahkan TOF dengan cara membuat Jalan Sukawarni agar tampak meriah dan menarik para pengunjung. Kami pun menyetujui, lalu dengan cara swadaya kami pun menuruti keinginan Panitia. Dengan kejadian ini kami minta tolong kepada Pemerintah agar jangan tutup mata tutup telinga, tolong dengarkan kami,” katanya ke fokuspriangan.com

Ditempat terpisah, Ari salah seorang anggota Pepmatas mengatakan hal senada dengan apa yang telah diucapkan oleh Maman, untuk nomor berdagang pun para anggota Pepmatas melakukan dengan cara di undi.

“Kami merasa kecewa melihat adanya pedagang-pedagang diluar anggota Pepmatas bisa berdagang disepanjang arena TOF, kami yang dari awal mengikuti rapat persiapan TOF, mematuhi aturan yang ditetapkan kita konsisten dengan apa yang telah dibuat oleh panitia. Akibat dari kejadian ini terjadi penurunan omset penghasilan, dari hari pertama usai pembukaan sampai hari ke 3 omset kami turun drastis berkisar 40-60 persen. Karena terus mengalami penurunan makanya kami memutuskan akan pindah ke depan untuk menutupi penghasilan yang menurun. Diharapkan agar pihak Panitia atau Dinas-Dinas terkait dalam hal penyelenggaraan Tasikmalaya Oktober Festival agar dapat lebih tegas terhadap para pedagang diluar anggota Pepmatas, karena para pedagang yang bukan anggota Pepmatas tersebut tidak menghargai para pedagang anggota Pepmatas yang sudah jelas-jelas mengikuti dari awal dan mendapat jatah berdagang dari Panitia. Dengan kejadian ini, mudah-mudahan pelaksanaan TOF tahun 2019 kejadian ini tidak terulang, penataan penempatan pedagang pun dapat lebih baik lagi,” pungkasnya.

Jurnalis: H.Amir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *