Lurah Cipari Berharap, Kegiatan Pendataan PMKS TA 2018 Dapat Valid Dan Tepat Sasaran

KOTA TASIK, fokuspriangan.com – Pada tahun 2018 ini Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Sosial Kota Tasikmalaya melaksanakan pemutakhiran data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di 10 Kecamatan dan 69 Kelurahan.

Untuk wilayah Kecamatan Mangkubumi kegiatan PMKS ini digelar selama dua hari dari tanggal 07/11/2018 sampai tanggal 08/11/2018. Untuk tanggal 07/11/2018 kegiatan ini digelar di 3 Kelurahan, dan tanggal 08/11/2018 digelar di 5 Kelurahan.

Bertempat di Gedung Olahraga pada hari Kamis 08/11/2018 Dinas Sosial Kota Tasikmalaya mengadakan verifikasi dan validasi data di Kelurahan Cipari melalui Musyawarah Kelurahan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua RW sebanyak 12 orang, Ketua RT sebanyak 50 orang, pencacah 6 orang, staf Kelurahan Cipari, LPM dan LKM.

Lurah Kelurahan Cipari Asep Kusdiana S.Sos saat diwawancarai fokuspriangan.com menuturkan sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Yang sebagai langkah awal dalam penanggulangan permasalahan kesejahteraan sosial di Kota Tasikmalaya diperlukan data dan informasi yang valid penyandang masalah kesejahteraan sosial.

“Kegiatan Verifikasi dan validasi data PMKS tahun 2018 memiliki maksud untuk melaksanakan pendataan verifikasi dan validasi data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) agar diperoleh data yang benar-benar valid serta dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu kegiatan ini juga untuk meringankan adanya faktor kesenjangan sosial, karena data yang didapat itu adalah data dari tahun 2011 masih ada yang belum terdata, untuk tahun 2018 ini yang betul-betul miskin akan terdata karena para RT pun dilibatkan dalam pendataan,” paparnya.

Lanjut Asep, berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) dari Dinas Sosial untuk Kelurahan Cipari sebanyak 1131.

“Diharapkan para RT dapat mendata para warganya yang sesuai dengan kondisi dilapangan. Karena penyelenggaraan Kesejahteraan sosial diprioritaskan kepada mereka yang memiliki kehidupan yang tidak layak secara kemanusiaan dan memiliki kriteria masalah sosial,” pungkasnya.

Jurnalis. : H Amir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *