Abah Irwan: Kaulinan Tradisional Ke depannya Bisa Mewarnai Dunia Anak-Anak

KAB.SUKABUMI, Fokuspriangan.com – Bertempat di Pondok Pesantren Daarul ‘Amal. Jl. Cinagen-Cikaso, Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Komunitas Kaulinan Baheula Icikibung menggelar Workshop dalam rangka pembekalan bagi para Santri Akhir Pondok Pesantren Terpadu Daarul Amal yang akan melaksanakan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM) yang akan berlangsung di Kalapa Nunggal Kabupaten Sukabumi.

Praktek Pengabdian Masyarakat diadakan selama dua minggu. Sedangkan Workshop Kaulinan Tradisional oleh Icikibung dilaksanakan selama dua hari yang dimulai dari tanggal 29 – 30 November 2018, yang diikuti oleh sekitar 300 orang terdiri dari Para Santri dan Guru.

Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Daarul Amal, Aa Iwa mengatakan pihaknya mengadakan kegiatan Workshop ini untuk membekali para Santri Akhir yang akan melaksanakan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM).

“Agar para Santri dapat mengenal nilai-nilai semesta yang ada dalam kaulinan tradisional dan diharapkan santri bukan hanya mengenal saja, tetapi bisa menjaga dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur,” katanya

Sementara itu Abah Irwan selaku Pupuhu Icikibung menuturkan pihaknya merasa terhormat dapat hadir di acara pembekalan Santri Akhir, ini juga merupakan program dari pihak kami yang ingin mensosialisasikan kaulinan tradisional ke lembaga-lembaga pendidikan .

“Dalam kegiatan tersebut, permainan yang digelar yakni Oray-orayan, Sursér, Salam Santang Jajagoan, Paciwit-ciwit lutung, perepet jéngkol, cingciripit cingkurulung, sasampeuan sepdur, paparahuan, oorokan, momonyetan bubuleudan, egrang awi, egrang batok, sorodot gaplok, bebentengan, boyboyan, congklak, damdaman, lelempeungan, loncat tinggi, sumput sarung dan lain-lain, diharapkan para generasi muda mampu dan menguasai kaulinan tradisional yang penuh dengan kesederhanaan, kekompakan, kejujuran dan toleransi, semoga Kaulinan Tradisional ke depannya bisa mewarnai dunia anak-anak yang kini telah terkontaminasi perkembangan permainan modern,” pungkasnya.

Jurnalis : H Amir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *