Sekitar 500 Anak Disabilitas Kota Tasik Meriahkan Hari Disabilitas Internasional 2018

KOTA TASIK, Fokuspriangan.com-Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember, merupakan bagian dari sebuah integral dalam mengimplementasikan UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas dan telah mengalami perubahan paradigma yang cukup signifikan, dulu penyandang disabilitas masih dianggap seseorang yang harus dikasihani bahkan terkucilkan, namun sekarang para disabilitas sebagai warga negara memiliki hak serta kewajiban yang sama.

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya bersama Rehabilitasi Bersumber daya Manusia ( RBM) Kota Tasikmalaya dengan mengambil tempat di Gelanggang Olahraga Sukapura Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, pada hari Kamis (6/12/2018) mengadakan kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Drs H Nana Rosadi mengatakan kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional ini baru pertama kali diadakan di Kota Tasikmalaya, dalam pelaksanaan peringatan ini pun mundur beberapa hari yang seharusnya Hari Disabilitas ini diperingati pada tanggal 3 Desember yang lalu hal ini dikarenakan penyesuaian dengan padatnya jadwal kegiatan pemerintahan diakhir rahun.

“Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai pihak baik itu para jurnalis atau para donatur, atas segala bantuannya acara ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Untuk peserta yang hadir di peringatan ini ada sekitar 500 orang. Terhadap kaum penyandang disabilitas kami mengharapkan agar seluruh masyarakat dapat menerima kehadirannya, karena mereka pun memiliki hak yang sama, yang terutama kami pun sangat mengharapkan para pengusaha pun dapat menyiapkan fasilitas yang layak serta jalan yang khusus dipergunakan untuk para disabilitas,” harap H Nana.

Ketua Rehabilitasi Bersumberdaya Manusia (RBM) Kota Tasikmalaya Ir Waryono menuturkan paradigma masyarakat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap penyandang disabilitas masih dipandang sebelah mata.

“Untuk tema yang diusung pada peringatan Hari Disabilitas Internasional yakni Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas. Tema ini diambil berdasarkan hasil dalam rapat koordinasi yang menghadirkan sejumlah Kementerian atau Lembaga untuk kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional, menurut pengamatan kami di lapangan sampai saat ini sangat sedikit ditemukan tempat yang dapat memberi ruang yang layak dan ramah bagi kaum disabilitas. Sebagai contoh, kami lihat di atas trotoar yang sedianya digunakan bagi kaum disabilias, namun pada kenyataannya diatas trotoar tersebut masih terdapat tiang listrik,pohon dan lain sebagainya. Yang tentunya hal tersebut tidak membuat nyaman bahkan membahayakan bagi kaum disabilitas. Dalam hal pembangunan pun masih ada ketidak berpihakkan yang terlihat tidak adanya perhatian penyandang disabilitas. Kami sangat mengharapkan untuk ke depannya para pemegang kebijakkan mau memberikan pertimbangan untuk perubahan dengan cara memberikan hak yang sama pada penyandang disabilitas,”tegas Waryono.

Jurnalis : H Amir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *