Beranda Advetorial Masyarakat dan Pelaku Usaha Diberikan Pemahaman Peraturan Perundang Undangan di Bidang Cukai

Masyarakat dan Pelaku Usaha Diberikan Pemahaman Peraturan Perundang Undangan di Bidang Cukai

59
0

KAB CIAMIS, fokuspriangan.com – Kegiatan Penyampaian Informasi Ketentuan Tahun 2018 yang digelar oleh Dinas KUKM dan Perdagangan Kabupaten Ciamis berlangsung di Aula Desa Cisaga, (27/12/2018).

Menurut Dini Kusliani SH MSi, Kasi Perlidungan Kasi Distribusi Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas KUKM Dan Perdagangan Kabupaten Ciamis menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi ini bersumber dari Dana Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) APBD Prov Jabar Tahun Anggaran 2018,” Ucapnya.

Sosialisasi yang diikuti 75 Peserta dari 3 Kecamatan Cisaga, Sukadana dan Cijeungjing ini untuk menyampaikan ketentuan perundang undangan kepada masyarakat yang bertujuan agar konsumen dan pengusaha memahami dan mematuhi tentang hak dan kewajibannya dalam rangka peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa,” Tutur Dini.

“Adapun sasaran kegiatan penyampaian informasi perundang undangan bidang cukai ini adalah para pelaku usaha, masyarakat dan unsur pemerintahan,” Ujar Dini.

Sementara itu menurut Dase Fadlil Kabid Perdagangan Dinas KUKM dan Perdagangan Ciamis menyampaikan kegiatan pengawasan dan sosialisasi ini harus terus berkesinambungan, hal ini untuk mencerdaskan para pelaku usaha dan masyarakat agar lebih jeli ketika menjual dan barang dagangan yang telah berstandart SNI,” Ucapnya.

Khususnya untuk cukai tembakau ini, para pedagang atau penjual dan konsumen harus cerdas memilih tembakau atau roko yang telah dilekati cukai, hal tersebut turut guna menekan angka peredaran rokok atau tembakau ilegal yang telah merugikan Negara,” Tutur Dase.

Diwaktu yang berbeda Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Tasikmalaya Willy Prasetia menyampaikan bahwa sosialisasi ini masyarakat diberikan pengetahuan barang kena cukai yang ilegal, makanya kami berikan sosialisasikan bagaimana masyarakat bisa mengindentifikasikan pita cukai, agar masyarakat mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu,” Ucapnya.

Untuk Tahun 2018 ada 42 kali Penindakan yang menyebar dari Garut sampai ke Pangandaran, adapun barang yang kami tindak tersebut berupa tembakau, sigarete kretek, tembakau iris dan yang terbaru berupa vape (rokok elektrik),” Ucapnya.

Vape merupakan objek cukai yang terbaru sama seperti rokok yang lain yang harus dilekati pita cukai, dan itu mulai berlaku 1 Oktober 2018, sejak 1 Oktober sampai sekarang sudah melakukan pindakan toko toko penjual vape yang ilegal,” Jelas Willy.

“Willy juga menambahkan, cairan vape mengandung hasil tembakau yang wajib dilekati pita cukai.

Modus modus para pelaku penjual tembakau ilegal juga sangat beragam modusnya, bahkan secara terang terangan tanpa cukai, semenjak melakukan penindakan banyak para pelaku yang mengelabui, misalnya isi 20 yang dilekati pita cukai itu hanya dipinggirnya saja ditengahnya tanpa pita cukai, makanya kita harus satu satu membukanya untuk memastikan tembakau itu dilekati pita cukai,” Pungkasnya.

Jurnalis : Tony Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here