Beranda Advetorial Penggelapan Uang Fikes Universitas Galuh Menyeret Mantan Dekan Fikes Hingga Ke Persidangan

Penggelapan Uang Fikes Universitas Galuh Menyeret Mantan Dekan Fikes Hingga Ke Persidangan

207
0

KAB CIAMIS, fokuspriangan.com – Perkara Dugaan Tindak Pidana penggelapan dalam Jabatan atau Pencurian Uang Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh menyeret TJ Mantan Dekan Fikes Unigal.

Diketahui tersangka merupakan Dekan Fikes Unigal dengan masa Jabatan 2011-2015, hingga 2015 tersangka diangkat kembali menjadi Dekan Fikes dengan masa periode Jabatan 2015-2019.

Menurut Keterangan Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH pada Jumpa Pers di Mapolres Ciamis (08/01/2019), sebelum masa jabatan habis, tersangka diberhentikan dari jabatan sebagai Dekan Fikes Unigal pada 15 Mei 2018 dengan alasan karena dianggap telah melanggar Statuta Universitas Galuh,” Ucapnya.

“Sebelum tersangka diberhentikan, pada 15 Mei 2018 tersangka memerintahkan Wakil Dekan untuk mencairkan Uang Fikes Unigal sebesar Rp 105.000.000 dari Rekening Bank atas nama Fikes, pengambilan uang dilakukan oleh Staf atas perintah tersangka,” Kata Bismo

Bismo juga menuturkan bahwa, setelah tersangka diberhentikan, pada 18 Mei 2018 Wakil Dekan II kembali mencairkan uang sebesar Rp 50.000.000 dari rekening atas nama Fakultas Unigal atas perintah tersangka,” Tuturnya.

Bismo juga menjelaskan, kebutuhan anggaran yang diajukan oleh masing masing Prodi yaitu Prodi Kebidanan dan Prodi Keperawatan untuk kegiatan Fikes Universitas Galuh sebagaimana surat pengajuan kebutuhan anggaran sebesar Rp 81.120.000 yang terdiri dari Prodi Kebidanan sebesar Rp 4.030.000 untuk pra kegiatan PKK III, Prodi Kebidanan sebesar Rp 55.000.000 untuk kegiatan PKK III dan Prodi Keperawatan sebesar Rp 22.090.000 untuk seminar Proposal,” Jelasnya.

“Dengan demikian total uang yang dicairkan oleh tersangka sebesar Rp 155.000.000, sedangkan kebutuhan anggaran yang diajukan untuk kegiatan dari masing masing Prodi sebesar Rp 81.120.000, sehingga ada selisih sebesar Rp 73.880.000 yang seharusnya tidak dicairkan.

Lanjut Bismo, perbuatan tersangka diketahui pada 21 Mei 2018 oleh Bendahara Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis yang kemudian diberitahukan pada Rektor Universitas Galuh, atas kasus dugaan tersebut tersangka dilaporkan pada 25 Mei 2018 oleh Rektor Unigal pada Polres Ciamis,” Ujarnya.

Berdasarkan laporan Rektor tersebut, tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP dan 372 KUHP, sebagaimana fakta fakta perbuatan yang ditemukan dalam proses penyidikan, adapun berkas perkara tersangka dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum dan sudah P21,” Pungkasnya.

Jurnalis : Tony Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here