Beranda Advetorial H.Asop, Kami Bahas Di DPRD, Adalah Pelaksanaan Kegiatan Yang Sesuai Dengan RPJMD...

H.Asop, Kami Bahas Di DPRD, Adalah Pelaksanaan Kegiatan Yang Sesuai Dengan RPJMD Dan Tidak Bisa Ujug-Ujug

126
0

KAB TASIK, fokuspriangan.com –
Meyikapi Sistem perencanaan ditahun 2019 ini, ditingkat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yang tidak muncul tiba-tiba, DPRD komisi Badan anggaran yang bisa ditentukan sebagai prioritas anggaran, yang sarat perencanaan kegiatannya berproses dari bawah terlebih dahulu dan melalui tiga tahapan, diantaranya musdus, Musrenbang desa Musrenbang kecamatan dan kabupaten .

Komisi III anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya H. Asop Sopiudin S.Ag, yang hadir Rabu (13/2/2019) pada pelaksanaan Musrenbang kecamatan Cisayong mengatakan walau pun adanya kedekatan secara personal dengan anggota DPRD dan lain- lain, karena nantinya yang kami bahas di DPRD, adalah pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan RPJMD dan tidak bisa ujug-ujug,” ungkapnya.

Lanjut H. Asop Sopiudin Kalau tidak sesuai prosedur yang ada maka sistem perencanaan di Kabupaten dengan sendirinya menolak, dicontoh kan pada saat saya monitoring kelapangan dan ada masyarakat yang meminta di bangunkan tetapi belum masuk dalam perencanaan kegiatan desa sebelumnya kemudian secara tiba-tiba di masukan, Ke Kabupaten itu secara otomatis akan ditolaknya, akan bisa terjadi anggaran yang sudah di anggarkan menjadi Silpa, karna prosedur yang di tempuh sekarang mengacu yang sudah lahir Undang- Undang Desa,” tegasnya.

Ditanya mengenai Jalan Tol Cileunyi , Garut, Tasik ( Cigatas), sekarang sudah di mulai pembebasan tanah oleh Pemerintah provinsi kami dari komisi III, yang kami khawatirkan kalau pintu masuknya tol lewat dari kecamatan Rajapolah imbas yang akan terjadi para pengrajin akan mati karena akan terlewati, begitu juga ekonomi kreatif dan kuliner karena nyebrang ke Cihaur.

Makanya kami sebagai DPRD inginkan bagaimana aspek lokal itu terlindungi jangan sampai seperti terjadi di Cianjur dan Purwakarta. Kalaupun itu terjadi kami mengusulkan keluar tol itu setidaknya dari Kadipaten karena orang dari Bojong gambir, Puspahiang, akan langsung masuk ke Singaparna melalui jalur lingkar dan masuknya langsung ke Jalan tol,”pungkasnya.

Jurnalis : Anton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here