Beranda Advetorial Aliansi Masyarakat Kawalu Peduli Lingkungan Gelar Aksi Tutup Permanen Galian Illegal Di...

Aliansi Masyarakat Kawalu Peduli Lingkungan Gelar Aksi Tutup Permanen Galian Illegal Di Zona Ruang Terbuka Hijau

109
1

FOKUS KOTA TASIK. (Fp) – Seperti yang telah diberitakan fokus priangan pada tanggal 15 Mei 2019 yang lalu terkait penolakan LSM GMBI terhadap beroperasinya tambang galian C di daerah Gunung Beureum Kelurahan Cibeuti Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.

Dikarenakan perusahaan bersikeras untuk tetap membuka penambangan galian C, oleh karenanya pada hari Senin (20/05/2019) Aliansi Masyarakat Peduli lingkungan yang terdiri dari LSM GMBI, Pemuda Pancasla serta PMII menggelar Aksi Menolak Penambangan.

Pada kesempatan tersebut Aliansi Masyarakat Kawalu Peduli lingkungan mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Koordinator Aksi Dede Sukmajaya mengatakan bahwa di Kampung Cipancur Kelurahan Cibeuti Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya telah terjadi sebuah kegiatan penambangan yang dilakukan oleh perusahaan, yang menurut pihaknya itu adalah kegiatan ilegal.

“Pihak kami sudah beberapa kali mengadakan audiensi ke beberapa dinas terkait diantaranya Disporabudpar Kota Tasikmalaya, karena dilokasi tersebut diduga ada Situs Sejarah ” Tapak Jaksa”. sehingga terlahir surat edaran daro dinas tersebut untuk pemberhentian kegiatan tersebut, perusahaan tersebut tidak mengindahkan surat edaran tersebut, tetap menjalankan kegiatan, melihat hal tersebut kami pun berlanjut menghubungi Dinas PUPR Kota Tasikmalaya dan menghasilkan surat edaran no 650/1/08/TR tentang pemberhentian kegiatan karena melanggar Perda no 10 tahun 2016 tentang RDTR dan peraturan Zonasi Kota Tasikmalaya, bahwa gunung beureum tersebut termasuk area Ruang Terbuka Hijau (RTH-1),” paparnya.

Berangkat dari itu kami pun menggelar aksi sebagai bentuk kecintaan kepada lingkungan dan juga sebagai bentuk kekecewaan kepada pihak berwenang dalam bertindak dan penanganan. Yang paling penting, kami geram dan kesal serta kecewa akan kelakuan perusahaan yang sama sekali tidak mentaati aturan yang telah diberikan, lanjut Dede.

“Untuk itu kami mendesak dan menuntut pihak Pemkot Tasik untuk dapat menutup permanen galian tersebut, tindak tegas pemilik perusahaan galian ilegal, reklamasi dan reboisasi lahan yang telah dirusak, selamatkan situs budaya tapak jaksa serta jadikan gunung beureum sebagai lahan konservasi, ” pungkasnya.

Jurnalis : Tim

1 KOMENTAR

  1. Jgn mentang2 mantan aparat, bisa semena2 memporak porandakan wilayah HiIJAU TERBUKA kami. Kawalu bukan tempat penambangan, Kawalu tdk membutuhkan GALIAN C. Yang akan kalian gali disana tempatnya Mata air, byknya makam dan pepohonan. Jgn kalian rusak demi nafsu serakah. Terlalu byk pohon bambu yg akan dirusak… Kami tdk rela itu terjd…
    MAKA SELAMATKAN KAWALU DARI PENAMBANGAN PASIR ILEGAL…. 😠

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here