Beranda Fokus Kab Ciamis Kelaparan Kawanan Monyet di Situs Karang Kamulyan Ciamis, Jarah Makanan Dan Minuman...

Kelaparan Kawanan Monyet di Situs Karang Kamulyan Ciamis, Jarah Makanan Dan Minuman di Warung Pedangang

90
0

KAB CIAMIS.FOKUSPRIANGAN.COM – Musim kemarau monyet-monyet yang berada di objek situs Karang Kamulyan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kehabisan stok makanan, membuat kawanan monyet di Obyek Wisata Ciung Wanara Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing menjadi anarki. Pasalnya kawanan monyet kerap menjarah barang dagangan sejumlah warung di sekitar lokasi situs.

Aktifitas kawanan monyet yang sampai nekad menjarah warung, karena persediaan makanan di dalam hutan sudah habis akibat kemarau. Selain itu, diprediksi kawanan monyet di obyek wisata tersebut sudah over populasi. Kondisi paling parah terjadi sudah terjadi lebih dari beberapa minggu terakhir.

Beberapa para pedagang merugi dengan ulah monyet-monyet. Tetapi disisi lain monyet di situs tersebut adalah salah satu daya tarik wisatawan. Karena banyak wisatawan yang datang untuk memberi makan monyet-monyet itu.

“Monyet keluar dari situs lalu mengambil makanan yang ada di warung. Mereka mengambil seperti kopi, mi rebus, nasi, snack, minuman juga, yang ada di warung,” ujar Nina Marlina, salah seorang pedagang di lokasi situs, Jumat (06/09/19).

Menurut Nina, selain warung yang jadi sasaran, monyet tersebut juga beraksi hingga ke kebun dan lahan pertanian warga di sekitar Situs Ciung Wanara. Seperti kebun pisang di bantaran Citanduy, bahkan ke rumah rumah warga.

“Mungkin musim kemarau jadi makanan di hutan sedikit, sedangkan monyetnya banyak. Sehingga sekarang berani turun dan menghampiri warung,” ucap Nina.

Ia mengingatkan kepada pengunjung yang datang ke situs untuk tidak menenteng makanan. Karena monyet akan merebut makanan dikarenakan kelaparan yang berkepanjangan. Sebaiknya makanan disimpan di kantong tas atau saku.

Pedagang mengusir kawanan monyet, dengan cara menaruh boneka anjing di depan warung. Karena bila di usir menggunakan tongkat, monyet tersebut tidak takut.

Sementara Kepala Desa Karangbkamulyan M Abdul Haris membenarkan, pedagang di kawasan situs Ciung Wanara menjadi resah dengan ulah para monyet tersebut. Haris berharap aparat terkait untuk mendata ulang jumlah monyet di kawasan situs budaya itu. Karena diduga kurangnya ketersediaan makanan di dalam hutan .

“Apakah makanan di hutan memadai untuk kawanan monyet itu tidak atau jumlah monyet lebih banyak daripada jumlah makanan. Kemudian bisa mengatasi langkah selanjutnya,” ucap Haris.

Sepengetahuannya, dulu jumlah monyet hanya 100 ekor saja. Namun saat ini sudah bertambah banyak, jumlahnya bisa lebih dari 100 ekor.

Menurut Haris, pihaknya sudah melakukan upaya dengan menanam banyak pohon yang buahnya bisa jadi makanan monyet. Hal ini untuk mencegah monyet keluar dari habitat dan menjarah warung. Namun, sebelum tumbuh besar pohon itu sudah dirusak oleh kawanan monyet. Sehingga pohon tersebut mati semua.

“Pohonnya mati. Sekarang harus memikirkan cara bagaimana agar monyet tidak mencabuti bibit-bibit pohon. Jadi memang upayanya harus ada pendataan dari Balai Konservasi, lalu ditentukan langkah selanjutnya,”pungkasnya.

Jurnalis : Gian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here