Beranda Fokus Cilegon Kejari Kota Cilegon Tetapkan Dua Tersangka Kasus Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

Kejari Kota Cilegon Tetapkan Dua Tersangka Kasus Proyek Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

78
0

FOKUS CILEGON. (Fp) – 2 (Dua) tersangka kasus proyek pembangunan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) berinisial B dan S, yang di tetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon, tidak tertutup kemungkinan akan bertambah. Mengingat kerugian negara yang di taksir sekitar 950 juta rupiah. Rabu (9/10/19).

kepala seksi Intelijen Kejaksaan negeri kota Cilegon, David Nababan, di konfirmasi melalui telpon selulernya menyampaikan, dua tersangka tersebut, berstatus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pelaksana Proyek. Sementara pihak-pihak lain yang terkait masih terus di lakukan pendalaman.

“Kita masih mendalami ini, apabila di temukan bukti yang cukup kuat, bahwa akan adanya kelanjutan perkara ini menambah tersangka, kita akan umumkan lagi,” ujar David.

Lanjut David, dari 20 hingga 25 orang saksi yang di periksa, arah pelanggarannya saat ini masih di titik beratkan pada PPK dan Pelaksana. Di singgung ada tidaknya kemungkinan untuk memanggil pihak- pihak terkait lain seperti, PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan PKA (Pengguna Kuasa Anggaran) dirinya menjawab ada kemungkinan.

“Ada bang, nanti setelah naik ini, kita akan buat BAP baru lagi, terkait peran dan serta terhadap 2 orang yang sudah di tetapkan sebagai tersangka ini. Namun apabila ada keterangan dari saksi-saksi ini, yang memberatkan terhadap salah satu saksi lain, itu nanti kita bisa ekspos untuk di naikan statusnya sebagai tersangka,” tambahnya.

Sementara itu, ketua Forum Pemerhati Pembangunan Kota Cilegon, Juli Tresno Ajie, menanggapi hal tersebut mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Cilegon, Kendati demikian dirinya akan terus mengkritisi kerjasama yang di lakukan antara TP4D dengan dinas-dinas yang ada di kota Cilegon.

“Dengan adanya penetapan 2 tersangka, terkait dengan proyek pembangunan di Jalan Lingkar Selatan, saya sangat mengapresiasi kinerja kejari kota Cilegon. Paling tidak ini menjadi perhatian untuk seluruh dinas-dinas yang ada di kota Cilegon, hususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kota Cilegon,” kata Juli di ruang kerjanya.

Lanjut Juli, terkait dengan kerjasama antara TP4D dengan dinas- dinas, di harapkan dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih optimal.

“Saya selaku ketua Forum Pemerhati Pembangunan, akan selalu mengkritisi kemitraan antara TP4D dengan beberapa dinas, karena saya perhatikan juga, ada beberapa proyek yang memang ada plang TP4D tetapi saya perhatikan, tidak ada pengawasan langsung oleh Kejari Cilegon,” tandasnya.

Masih Juli Tresno Ajie, Persoalan tepat dan tidaknya penetapan 2 tersangka yang di lakukan oleh pihak Kejari, kembali diserahkan kepada penegak hukum itu sendiri.

“Klo soal tepat dan tidak tepatnya, yang menentukan proses penetapan 2 orang tersangka tersebut (PPK dan Pelaksana Proyek) adalah Kejari. Silahkan tanya Kejari sudah tepat apa belum?, Tetapi saya rasa pihak Kejari harus faham dan profesional soal penetapan tersangka tersebut,” tegasnya.

Jurnalis : Aan.SGT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here