FOKUS SUKABUMI Sosial

Harga Gas Rp. 24 Ribu Ibu Rumah Tangga di Sukabumi Menjerit

FOKUS SUKABUMI. (Fp) – Warga di sejumlah wilayah di Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan mahalnya harga gas elipiji 3 kilogram di tingkat pengecer yang mencapai Rp 23.000-24.000 pertabung. Hal tersebut dikeluhkan oleh ibu rumah tangga.

Seperti hal nya yang di sampaikan, Santi warga kampung Ngklak Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug, kepada Fokuspriangan, Senin (13/01/20). “Sekarang sangatlah susah membeli gas 3 kg di warung-warung, kalau pun ada harganya pun sangat mahal yaitu sekitar Rp 23 hingga 24 ribu, jauh diatas harga yang ditetapkan pemerintah. Dia meminta agar pemerintah turun tangan untuk mengatasi langka dan mahalnya harga gas melon ini,”ujarnya.

Deni salah seorang pengamat ekonomi pedesaan di Sukabumi mengatakan, mahalnya harga gas melon, lantaran terlalu panjangnya tangan peredaran gas sampai ke konsumen. Sehingga harganya tinggi, padahal harga eceran tertinggi (HET) Rp.16 ribu, sementara harga ditingkat konsumen sampai sekitar Rp.24 ribu. “Hal ini disebabkan harga gas di tingkat pangkalan sebesar Rp. 16ribu sampai Rp.18 ribu, jadi wajar saja kalau harga yang diterima konsumen kisaran Rp.24 ribu,”ujar Deni.

Sementara, dari pangkalan gas, tidak langsung ke pengecer tetapi ke tangan berikut nya, sehingga pengecer membeli gas dengan harga Rp.20 ribu.

Deni meminta agar pemerintah memutus kepanjangan tangan peredaran gas untuk sampai ke tangan pengecer agar harga gas tidak selangit. “Kalau mau harga gas sesuai dengan harga HET yang ditentukan pemerintah, harga yang diterima pengecer harus dibawah Rp. 16 ribu,”tegasnya.

Sementara Tedi salah seorang pengecer ketika ditanya membenarkan kalau harga gas yang dia beli sekitar Rp.20 ribu. “Wajar saja kalau saya menjual sekitar Rp. 23 ribu, kalau saya protes malah saya tidak dapat jatah gas,” terangnya.

Jurnalis : Rusdi

Flag Counter