Fokus Kota Tasik Seni dan Budaya Sosial

Guna Bangkitkan Rasa Nasionalisme Dan Rasa Menumbuhkan Kesundaan, Forum Silahturahmi Sunda Sadunya Akan Gelar Silahturahmi

FOKUS KOTA TASIK. (Fp) – Dengan adanya setimen kedaerahan kedaerahan yang akhirnya menyangkut kepada klaim ingin mendirikan negara, seperti hal nya Sunda Empire dan King Of The King, dan ternyata terjadinya banyak di Sunda, Purn.Irjen. Pol. Dr.Drs.Anton Charlyan. M.P.K.N yang akrab di panggil Abah Anton, angkat bicara terkait banyaknya bermunculan kerajaan kerajan baru yang mengatasnamakan Raja atau kesultanan.

“Ia menyampaikan, saya sebagai orang sunda jadi malu, kenapa justru maaf saja, pak karno saja dulu muncul ide nya ada nasionalisme nya berawal di Jawa Barat, “Marhaen, kalau bicara nasionalisme justru seharusnya orang sunda itu paling depan, kemudian kalau kita lihat sejarah masa lalu, konsepsi cinta tanah air itu pertama kali lahir justru di tatar sunda, yaitu adanya di amanat Galunggung jaga ini kebuyutan, satu satunya naskah yang mengamanatkan untuk menjaga teritori sampai titik darah penghabisan, hanya amanat galunggung,”ucap Abah Anton.

Dari itulah untuk menyikapi hal tersebut Abah Anton serta para tokoh kesundaan yang ada di Tasikmalaya termasuk tokoh muda asal Kota Tasikmalaya H.Yanto Oce hadir dalam diskusi guna membahas rencana helar silahturahmi. selain Yanto Oce ada juga tokoh Tasik Anna Emilia,Teguh Suryaman, kang Dicky Sukapura, kang Sony, Dini Handini dan lain lain. Berkumpul untuk membahas hal tersebut.

Lanjut Abah Anton, kita selaku orang sunda harus bisa menjaganya agar jangan sampai di kuasai oleh pihak asing, kalau Rajaputra tidak bisa menjaganya akan lebih hina daripada kulit musang yang ada di sampah yang artinya lebih hina dari yang paling hina di antara paling hina.

Kalau tidak mampu menjaga wilayah, maka dari itu saya dan rekan rekan ingin mengembalikan hitah agar masyarakat sunda ini jangan sampai terpapar oleh hal hal demikian, ini sebetulnya bagian dari intoleransi kalau kemarin desain nya agama yang di jual sekarang budaya yang di jual tapi belum ada lebel, makanya meraka cari label, seperti Empire dan King of the King, sehingga nanti setiap orang sunda ingin memajukan budaya mereka lebelisasi wah ini mah Empire akhirnya budaya akan hancur, dan bukan budaya sunda yang hancur tapi Jawa dan budaya se Nusantara pun akan ikut hancur,”katanya.

“Untuk sekarang ini bagaimana menghancurkan bangsa melalui budaya dan sejarah ini harus segera di sikapi mungpung masih hangat dan kebetulan orang sunda di tatar sunda ini yang paling banyak, kenapa tatar sunda ini penduduknya Jawa Barat, Banten dan DKI itu penduduknya 70 juta dari 240 juta berarti seperempat penduduk Indonesia ada di tatar sunda belum lagi Jawa, makanya dari itu kita buat Forum Silahturahmi Sunda Sandunya, untuk apa? dari itulah mari kita kembali ke hitah untuk penguatan NKRI dan empat konsensus dasar kebangsaan, kemudian dan kebetulan ada launching geopak Galunggung, ini seperti dayung bersambut, kenapa karena berdasarkan ya istilahnya itu UGA, kalau sunda pingin berdiri harus ada harus punya punya pulung Galunggung, dari itulah orang sunda harus bersatu dari mulai dari hati, dan harus jelas. Ayo kita dengan niat yang tulus mari kita bersatu yang utamanya kita satukan hatinya dulu,”ujarnya.

“Untuk mempersatukan orang Sunda Insya Alloh kita dari Forum Silahturahmi Sunda Sadunya akan melaksanakan kegiatan silahturahmi yang akan di laksanakan pada tanggal 20 Pebuari 2020 mendatang yang bertempat di Objek Batu Mahpar Kab.Tasikmalaya, yang akan diikuti kurang lebih 3000 orang dari berbagai pelosok Jawa Barat, dan dari itulah di harapkan yang merasa memiliki jiwa orang sunda di tunggu kedatangannya guna bersilahturahmi guna mempersatukan presepsi. Dan intinya hanya membangkitkan rasa nasionalisme dan rasa menumbuhkan kesundaan itulah intinya,”pungkas Abah Anton.

Sementara Kang H.Yanto Oce tokoh anak Muda asal Kota Tasikmalaya saat di tanya soal acara tersebut,” Ia menyampaikan sangat mengapresiasi sekali kegiatan tersebut ini sangat bagus sekali, Berbicara tentang kebudayaan dan nasionalisme adalah berbicara mengenai topik yang luas. Berbicara tentang keduanya pula, terutama sekarang, dihadapkan pada banyak tantangan. Kita hidup dalam dalam era global di mana ideologi dianggap telah mati, sedang nasionalisme adalah sebuah ideologi,”ucap H.Yanto Oce.

“Karena itu apa yang dimaksud kebudayaan secara ideal pastilah berkenaan dengan apa yang dikenal sebagai cita-cita hidup, sikap mental, semangat tertentu seperti semangat belajar, ethos kerja, motif ekonomi, politik dan hasrat-hasrat tertentu dalam membangun jaringan organisasi, komunikasi dan pendidikan dalam semua bidang kehidupan. Kebudayaan dengan begitu merupakan jaringan kompleks dari simbol-simbol dengan maknanya yang dibangun masyarakat dalam sejarah suatu komunitas yang disebut etnik atau bangsa. Di harapkan dengan kegiatan silahturahmi yang di gagas oleh Forum Silahturahmi Sunda Sadunya yang akan di gelar nanti pada tanggal 20 Febuari memdatang bisa menumbuhkan jalinan silahturahmi semakin erat antara orang sunda umumnya warga Indinesia supaya lebih mencintai negara tercinta ini,”pungkas H.Yanto Oce.

Jurnalis : Andi

Flag Counter