Fokus Cianjur Sosial

Galih : CSR Bisa Untuk Biaya Program Penanggulangan Dampak Covid-19

FOKUS CIANJUR. (Fp) – Bidang Politik dan Pemerintahan MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Cianjur, mendorong dan berharap, pemerintah untuk gunakan anggaran dana CSR (sejumlah perusahaan) di Cianjur bisa diprogramkan untuk penanggulangan dampak Virus Corona (Covid-19) kini meraja rela.

Wakil Sekertaris Bidang Politik dan Pemerintahan, MPC Pemuda Pancasila (PP) Cianjur, Galih Widyaiswara mengatakan, hal ini diakibatkan salah satunya oleh ketersediaan anggaran. Upaya melakukan pergeseran anggaran pun, sampai saat ini masih tertatih-tatih.

Ia menilai, seakan terlihat kaku, langkah Pemkab Cianjur, dalam menyusun dan melaksanakan langkah strategis pencegahan penyebaran dan penularan Virus Corona (Covid-19) saat ini.

“Artinya, tidak bisa melalui proses yang instant atau (angsung jadi,” katanya kepada awak media, Rabu (1/4/2020).

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, masih kata Galih, dengan segera mungkin untuk saat ini. Yaitu dengan cara memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan itu tanggung jawab sosial sejumlah perusahaan di Cianjur.

“Misalnya yang tersedia di berbagai perusahaan seperti BUMD, BUMN, swasta. Hal ini untuk membantu pembiayaan program di atas,” jelasnya.

Terutama program penanggulangan dampak Virus Corona yang mengharuskan warga tidak keluar rumah, dan diberlakukannya karantina wilayah. Akibat dari kebijakan ini, tentu saja yang terdampak adalah rakyat kecil.

“Jadi mari saat ini bersama suarakan dan dorong. Agar dana CSR digunakan untuk pembelanjaan dan pengadaan bahan pangan, kemudian didistribusikan untuk rakyat Cianjur,” harap Galih mewakili aspirasi masyarakat Cianjur, dan ingat CSR itu dana publik.

Terakhir, Wakil Sekertaris Bidang Politik dan Pemerintahan, MPC Pemuda Pancasila (PP) Cianjur mendorong agar Pemkab Cianjur, dalam hal ini yaitu Plt Bupati Cianjur merealisasikan anggaran CSR untuk sembako diberikan kepada masyarakat, yang terkena dampak lockdown. Diantaranya, ulama, pedagang, petani, nelayan, para buruh, sudah berumahtangga, dan belum bekerja (pengangguran susah diterima kerja).

Terakhir, Galih berharap, pemerintah harus cepat tanggap, karena dampak virus Corona ini ketik lockdown msyarakat bisa-bisa, jujur saja kelaparan.

“Kasihan kalau misal masyarakat harus diam di rumah, sedangan mereka membutuhkan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(MT). (Andri)

Dilansir dari Jabarnews.com

Flag Counter